Mungkin penggunaan istilah indigo bukanlah istilah yang tepat secara harfiah karena Indigo bukan suatu kondisi spesial yang hanya terjadi pada usia kanak-kanak yang akan hilang dengan sendirinya setelah dewasa. Walaupun tentu saja potensinya bisa hilang jika tidak dirawat dengan tepat.
Istilah indigo menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Istilah ini pertama kali di digunakan oleh Nanncy Anne Tappe seorang ahli cenayang pada tahun 1970-an. Mungkin sedikit besifat metafisika karena indigo itu sendiri sering dikaitkan dengan indra keenam yang terletak pada mata cakra ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam, melebihi kemampuan orang pada umumnya.
Adapun menurut Lee Carroll & Jan Tober mendefenisikan anak indigo sebagai anak-anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menujukkan sebuah pola perilaku yang umumnya belum banyak dikaji. Indigo sama halnya dengan autisme dan spektrum sindrom psikologis anak lainnya yang menurut para ahli merupakan bagian dari evolusi manusia. Kehadiran anak-anak spesial ini membutuhkan perubahan perlakuan dan pengasuhan orang-orang yang berinteraksi dengannya (orang tua khususnya). Berbeda dengan sindrom gangguan psikologis anak lainnya, spesialnya anak indigo adalah kepemilikan potensi khusus yang sangat beragam dan tidak dimiliki oleh sebagian besar anak lain.
Mungkin disekitar anda atau bahkan anak anda adalah seorang anak indigo, maka perlu bagi anda untuk mengenali mereka agar potensi yang mereka miliki justru tidak mati akan tetapi akan berkembang dalam pengasuhan yang tepat.
Untuk mengenali mereka berikut beberapa ciri-ciri umum dari anak indigo:
- Mereka memasuki dunia dengan perasaan keningratan atau dengan kata lain mereka merasa dirinya adalah bangsawan.
- Mereka merasa “pantas berada disini” dan terkejut bila orang lain tidak berpandangan seperti itu.
- Harga diri bukanlah persoalan yang besar. Mereka selalu memberitahu orang tuanya tentang siapa diri mereka sebenarnya.
- Mereka memiliki kesulitan dengan otoritas absolute (otoritas yang bersifat penerimaan secara mutlak tanpa penjelasan atau pilihan).
- Mereka agak sulit untuk melakukan ikut mengantri.
- Mereka frustasi dengan system yang berorientasi pada ritual dan tidak memerlukan pemikiran yang kreatif.
- Mereka sering melihat cara-cara yang lebih baik dalam melakukan segala sesuatu, baik di rumah maupun di sekolah sehingga mereka tampak sebagai perusak system (tidak patuh pada system).
- Mereka tampak antisocial kecuali bila mereka berada bersama dengan oaring-orang yang sejenis dengan mereka. Jika tidak ada orang lain dengan kesadaranyang sama di sekitar mereka, mereka sering berpaling ke dalam diri mereka sendiri, merasa seolah tidak ada yang dapat memahaminya. Sekolah justru merupakan hala yang luar biasa sulit secara social.
- Mereka tidak akan bereaksi terhadap disiplin “rasa bersalah”
- Mereka tidak malu memberitahu anda tentang apa yang mereka butuhkan.
Untuk karekateristik anak indigo dapat anda lihat di http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_Indigo&oldid=5159324
Sumber:
1. Lee Carroll & Jan Tober. “The Indigo Children”. PT Bhuan Ilmu Populer
2. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_Indigo&oldid=5159324.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar