Sabtu, 31 Agustus 2013

ELEKTROKARDIOGRAM

Add caption
Pemeriksaan elektrokardiogram atau lebih dikenal dengan nama EKG adalah rekaman aktivitas listrik jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik.

Manfaat EKG
Pemeriksaan EKG dapat digunakan untuk menunjang diagnosis:
  • aritmia jantung (irama denyut jantung tidak teratur)
  • iskemik (jantung tidak mendapat oksigen) dan infark miokard (infark jantung)
  • hipertrofi pada dinding jantung
  • gangguan keseimbangan elektrolit khususnya kalium
  • pemantauan fek obat-obatan seperti digitalis (obat gagal jantung), antiaritmia dan lain-lain
  • menilai / mengevaluasi fungsi alat pacu jantung buatan
  • evaluasi kondisi nyeri dada, sesak nafas, dan gejala lain yang berkaitan dengan penyakit jantung atau penyakit lainnya.

Prinsip pemeriksaan EKG

Kabel yang berupa elektroda akan ditempelkan pada kaki, tangan, dan dada. kabel dari elektroda tersebut terhubung dengan mesin EKG. Mesin akan mendeteksi adanya aktivitas listrik yang berkaitan dengan aktivitas jantung menghasilkan grafik rekaman tegangan listrik terhadap waktu.
Keuntungan & Keterbatasan Pemeriksaan EKG

Keuntungan:
  • tidak menyebabkan rasa sakit
  • pelaksanaannya cepat dan mudah
  • relatif murah bila dibandingkan dengan pemeriksaan jantung lainnya
  • dapat dilakukan pada setiap orang karena dilakukan pada saat istirahat
Keterbatasan:
  • tidak bisa sepenuhnya menunjukkan diagnosis penyakit jantung koroner
  • apabila ditemukan adanya kelainan akan membutuhkan pemriksaan penunjang lainnya.
Sumber:
* sarana promosi Prodia, "Kenali Kondisi Jantungmu!"
* http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQBf3I1b-H3_Wc2FlFH-zSbQwGYCTruF4aCV_b-JQqXe41aGWIg49OTjW-w
* http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/images/ekg.jpg

Minggu, 11 Agustus 2013

PENYAKIT HATI

Sebagaimana halnya organ tubuh lain, hati juga dapat diserang penyakit. Penyakit hati dapat disebabkan salah satu dari ketiga golongan penyakit berikut ini:
  • 1.       Malaria atau anemia tertentu, dimana terjadi perusakan sel darah merah secara besar-besaran sehingga pigmen yang terlepas dari sel darah ini akan menumpuk lebih banyak daripada apa yang dapat diolah oleh hati.
  • 2.       Penyumbatan saluran ke kantong empedu sehingga zat yang dihasilkan hati tidak bisa disalurkan keluar untuk disimpan di sana. Akibatnya , zat ini akan membanjiri darah lalu menimbulkan jaundice (sakit kuning).
  • 3.       Diserangnya sel-sel hati oleh virus sehingga menyebabkan hepatitis.

Zat-zat racun yang memasuki tubuh dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel  hati. Kerusakan jaringan hati ini akan diimbangi oleh kemampuannya untuk menggantikan sel-sel yang telah rusak dengan yang baru. Pertukaran sel yang terjadi secepat pertukaran sel di lambung dan di usus. Akan tetapi, hati memiliki kemampuan yang hebat untuk memperbaiki bagiannya yang rusak. Hati dapat kembali normal dalam tempo beberapa bulan walaupun 80% bagiannnya telah rusak.

Jarinan hati yang baru biasanya hampir mirip dengan yang digantikannya. Akan tetapi, jika kerusakan terjadi terlalu sering, selain diganti oleh sel hati yang baru, sel-sel yang telah rusak juga akan digantikan sel yang lain yaitu sel lemak. Jika proses kerusakan ini terus berkembang, sel-sel hati yang rusak akan digantikan oleh serabut-serabut jaringan penyambung. Banyaknya jarigan penyambung yang tertumpuk dalam hati akan merusak program perbaikan organ tesebut. Hati yang terisi banyak oleh jaringan ini akan memiliki banyak benjolan, menciut, dan mengeras. Kondisi ini disebut sirosis.

Ada dua hal yang berperan paling besar dalam pembentukan sirosis yaitu  minuman berlakohol dan kurangnya gizi makanan. Seseorang yang makan sedikit tapi meminum 360 cc atau lebih whiskey setiap harinya, akan sangat mungkin menderita hati berlemak yang akan berkembang menjadi sirosis.

Penyakit sirosis dapat juga terjadi pada seseorang yang tidak pernah meminum alkohol karena sirosis dapat pula ditimbulkan oleh hepatitis, keracunan dalam jangka panjang, dan gagal jantung . Umumnya, prialah yang terkena penyakit ini, khususnya yang berusia 40-60 tahun. Untunglah ilmu kedokteran modern telah dapat menanggulangi penyakit ini dengan baik.

Sumber:  Hutapea, Albert, dr., MPH,. 2005. “Keajaiban-Keajaiban Dalam Tubuh Manusia”. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.