Sebagaimana halnya organ tubuh lain, hati juga dapat diserang
penyakit. Penyakit hati dapat disebabkan salah satu dari ketiga golongan
penyakit berikut ini:
- 1. Malaria atau anemia tertentu, dimana terjadi perusakan sel darah merah secara besar-besaran sehingga pigmen yang terlepas dari sel darah ini akan menumpuk lebih banyak daripada apa yang dapat diolah oleh hati.
- 2. Penyumbatan saluran ke kantong empedu sehingga zat yang dihasilkan hati tidak bisa disalurkan keluar untuk disimpan di sana. Akibatnya , zat ini akan membanjiri darah lalu menimbulkan jaundice (sakit kuning).
- 3. Diserangnya sel-sel hati oleh virus sehingga menyebabkan hepatitis.
Zat-zat racun yang memasuki tubuh dapat mengakibatkan
kerusakan pada sel-sel hati. Kerusakan
jaringan hati ini akan diimbangi oleh kemampuannya untuk menggantikan sel-sel
yang telah rusak dengan yang baru. Pertukaran sel yang terjadi secepat
pertukaran sel di lambung dan di usus. Akan tetapi, hati memiliki kemampuan
yang hebat untuk memperbaiki bagiannya yang rusak. Hati dapat kembali normal
dalam tempo beberapa bulan walaupun 80% bagiannnya telah rusak.
Jarinan hati yang baru biasanya hampir mirip dengan yang
digantikannya. Akan tetapi, jika kerusakan terjadi terlalu sering, selain
diganti oleh sel hati yang baru, sel-sel yang telah rusak juga akan digantikan
sel yang lain yaitu sel lemak. Jika proses kerusakan ini terus berkembang,
sel-sel hati yang rusak akan digantikan oleh serabut-serabut jaringan
penyambung. Banyaknya jarigan penyambung yang tertumpuk dalam hati akan merusak
program perbaikan organ tesebut. Hati yang terisi banyak oleh jaringan ini akan
memiliki banyak benjolan, menciut, dan mengeras. Kondisi ini disebut sirosis.
Ada dua hal yang berperan paling besar dalam pembentukan
sirosis yaitu minuman berlakohol dan
kurangnya gizi makanan. Seseorang yang makan sedikit tapi meminum 360 cc atau
lebih whiskey setiap harinya, akan
sangat mungkin menderita hati berlemak yang akan berkembang menjadi sirosis.
Penyakit sirosis dapat juga terjadi pada seseorang yang tidak
pernah meminum alkohol karena sirosis dapat pula ditimbulkan oleh hepatitis,
keracunan dalam jangka panjang, dan gagal jantung . Umumnya, prialah yang
terkena penyakit ini, khususnya yang berusia 40-60 tahun. Untunglah ilmu
kedokteran modern telah dapat menanggulangi penyakit ini dengan baik.
Sumber: Hutapea, Albert, dr., MPH,. 2005. “Keajaiban-Keajaiban Dalam Tubuh Manusia”. Jakarta,
PT Gramedia Pustaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar