Kamis, 08 Mei 2014

HEPATITIS

Heptitis berasal dari kata Hepar = hati dan rhinitis = radang. Jadi hepatitis berarti peradangan hati. Hepatitis dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya yaitu karena infeksi dan non infeksi. Hepatitis karena infeksi bisa disebabkan oleh virus, bakteri dan lain-lain, sedangkan hepatitis non infeksi bias disebabkan karena substansi toksik (beracun) seperti obat, alkohol dll. Namun sebagian besar kasus hepatitis justru disebabkan karena infeksi virus, dan inilah yang perlu diwaspadai.

Infeksi Virus merupaka penyebab masalah kesehatan di seluruh dunia, yang menginfeksi ratusan juta anak dan dewasa. Virus yang dapat menyebabkan terjadinya hepatititis terdiri dari berbagai tipe, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus hepatitis A, B, dan C menjadi penyebab utama hepatitis, sedangkan virus hepatitis D dan E juga penting namun kejadiannya jarang terjadi dan di Indonesia sendiri belum pernah dilaporkan. Semua virus ini dapat menyebabkan penyakit hati akut dengan gejala yang terjadi selama beberapa minggu seperti kulit dan mata kuning (jaundice), urin berwarna gelap, lelah, mual muntah dan nyeri perut.

WHO memperkirakan sekitar 1,4 juta kasus infeksi Hepatitis A terjadi setiap tahun. Infeksi virus hepatitis B terjadi pada 2 milyar penduduk dunia, dimana sekitar 350 juta orang diantaranya berkembang menjadi infeksi kronik, dan diperkirakan 600 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat infeksi virus hepatitis B akut maupun kronik.

Sekitar 3% (+  170 juta) populasi dunia telah terinfeksi virus hepatitis C. Pada sebagian besar Negara, angka kejadian infeksi virus hepatitis C sebesar < 3 % penduduknya. Namun angka kejadian lebih tinggi (> 15 %) justru terjadi dibeberapa Negara di Afrika, Asia, Mesir. Endemik hepatitis E dilaporkan terjadi di Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika Utara, Afrika Barat, dan di Meksiko, terutama di temapat yang sering terjadi kontaminasi air minum.

Infeksi virus hepatitis seringkali tidak nampak, dan saat gejala dirasakan, umumnya kondisi penyakit sudah kronis. Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat menyerang hati, bagaimana cara penularannya, dan lakukan konsultasi dengan dokter serta pemeriksaan laboratorium.

Sumber: Forum Diagnostikum, Prodia Diagnostics Educational Services dan beberapa sumber lainnya

Mohon bantu klik iklan ya.... terima kasih.

Baca juga :
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2013/08/menjaga-kesehatan-hati.html
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2013/08/sebagaimana-halnya-organ-tubuh-lain.html
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2012/09/kandung-empedu.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar