Heptitis berasal dari kata Hepar = hati dan rhinitis
= radang. Jadi hepatitis berarti peradangan hati. Hepatitis dibedakan menjadi
dua jenis berdasarkan penyebabnya yaitu karena infeksi dan non infeksi.
Hepatitis karena infeksi bisa disebabkan oleh virus, bakteri dan lain-lain,
sedangkan hepatitis non infeksi bias disebabkan karena substansi toksik
(beracun) seperti obat, alkohol dll. Namun sebagian besar kasus hepatitis
justru disebabkan karena infeksi virus, dan inilah yang perlu diwaspadai.
Infeksi Virus merupaka penyebab masalah kesehatan di seluruh
dunia, yang menginfeksi ratusan juta anak dan dewasa. Virus yang dapat
menyebabkan terjadinya hepatititis terdiri dari berbagai tipe, yaitu virus
hepatitis A, B, C, D, dan E. Virus hepatitis A, B, dan C menjadi penyebab utama hepatitis, sedangkan virus hepatitis D dan E juga penting namun kejadiannya
jarang terjadi dan di Indonesia sendiri belum pernah dilaporkan. Semua virus
ini dapat menyebabkan penyakit hati akut dengan gejala yang terjadi selama
beberapa minggu seperti kulit dan mata kuning (jaundice), urin berwarna gelap, lelah, mual muntah dan nyeri perut.
WHO memperkirakan sekitar 1,4 juta kasus infeksi Hepatitis A
terjadi setiap tahun. Infeksi virus hepatitis B terjadi pada 2 milyar penduduk
dunia, dimana sekitar 350 juta orang diantaranya berkembang menjadi infeksi
kronik, dan diperkirakan 600 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat
infeksi virus hepatitis B akut maupun kronik.
Sekitar 3% (+ 170 juta) populasi dunia telah terinfeksi virus
hepatitis C. Pada sebagian besar Negara, angka kejadian infeksi virus hepatitis
C sebesar < 3 % penduduknya. Namun angka kejadian lebih tinggi (> 15 %) justru terjadi dibeberapa Negara di Afrika, Asia, Mesir. Endemik hepatitis E dilaporkan terjadi di Asia Tengah, Asia
Tenggara, Afrika Utara, Afrika Barat, dan di Meksiko, terutama di temapat yang
sering terjadi kontaminasi air minum.
Infeksi virus hepatitis seringkali tidak nampak, dan saat
gejala dirasakan, umumnya kondisi penyakit sudah kronis. Untuk itu penting bagi
kita untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat menyerang hati, bagaimana
cara penularannya, dan lakukan konsultasi dengan dokter serta pemeriksaan
laboratorium.
Sumber: Forum Diagnostikum, Prodia Diagnostics Educational
Services dan beberapa sumber lainnya
Mohon bantu klik iklan ya.... terima kasih.
Baca juga :
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2013/08/menjaga-kesehatan-hati.html
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2013/08/sebagaimana-halnya-organ-tubuh-lain.html
http://hanyainginsharing.blogspot.com/2012/09/kandung-empedu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar